Halaman

Senin, 31 Januari 2011

2 KA-MI Amphibious Tank

Type 2 KA-MI Amphibious Tank

Spoiler untuk :


Type 2 KA-MI adalah tank amfibi pertama yang dimiliki oleh Angkatan Laut Jepang. Tank ini dikembangkan dari tank ringan Type 95 HA-GO buatan pabrik Mitsubishi.

Dikembangkan mulai tahun 1940 dan masuk dinas aktif pada tahun 1942. Tank ini diawaki 4 atau 5 orang. Dipersenjatai dengan sepucuk meriam Type 1 kaliber 37mm (132 butir amunisi) dan dua pucuk senapan mesin Type 97 kaliber 7,7mm (3.500 butir amunisi). Menggunakan mesin bensin Mitusibishi 6 silinder berkekuatan 115 tenaga kuda dengan kecepatan maksimum 37km/ jam dan jarak tempuh 200km.

Tank amfibi ini memiliki bobot 11,3 ton. Dilengkapi dengan floatation pontoon yang dapat dibongkar pasang untuk operasi amfibi. Di bagian belakang tank terdapat dua baling-baling yang digerakkan oleh mesin tank. Bila digunakan di wilayah perairan, tank ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 10 km/jam dan dengan jarak tempuh 150km.

Hanya sekitar 184 unit tank amfibi ini yang berhasil dibuat, karena begitu banyaknya komponen yang harus dipasang dan semuanya harus dipasang secara manual. Akibatnya saat tank ini masuk dinas aktif, posisi pasukan Jepang bisa dikatakan sudah tertahan. Oleh karena itu akhirnya tank ini bernasib sama dengan tank-tank Jepang lainnya dalam Perang Dunia II, lebih banyak digunakan dalam posisi pertahanan statis.

Spoiler untuk :


Selain dirancang untuk didaratkan dari kapal-kapal pendarat, Angkatan Laut Jepang pernah merancang sejumlah tank Type 2 KA-MI yang bisa didaratkan dari kapal selam. Varian ini bahkan dipersenjatai dengan dua pucuk torpedo, namun akhirnya batal diproduksi.

95 HA-GO Light tank

Type 95 HA-GO Light Tank]

Spoiler untuk :


Type 95 HA-GO adalah tank ringan buatan Mitsubishi. Tank ini banyak digunakan oleh Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jepang dalam Perang Dunia II. Masuk dinas aktif pada tahun 1935, tank ini sukses digunakan oleh pasukan Jepang pada masa-masa awal perang di Pasifik. Namun kemudian bisa dikatakan tidak berdaya menghadapi tank-tank dan senjata anti-tank Sekutu yang lebih maju. Pada masa-masa akhir Perang Dunia II, tank ini lebih banyak digunakan pada posisi pertahanan statis (termasuk dalam Battle of Okinawa). Usai Perang Dunia II, tank ini masih digunakan dalam perang saudara di Cina antara pasukan nasionalis dan pasukan komunis. Beberapa unit tank ini bahkan masih digunakan oleh pasukan Korea Utara dalam masa-masa awal Perang Korea.

Tank ringan seberat 7,4 ton ini diawaki tiga orang. Menggunakan mesin Mitsubishi NVD 6120 6 silinder berkekuatan 120 tenaga kuda. Memiliki kecepatan maksimum 45 km/jam dan dapat menempuh jarak 250 km.

Persenjataan tank ini adalah sepucuk meriam Type 94 kaliber 37mm dan sepucuk senapan mesin Type 61 kaliber 6,5mm. Selanjutnya meriam Type 94 diganti dengan meriam Type 98 (masih berkaliber 37mm, namun memiliki kemampuan tembak yang lebih tinggi) dan senapan mesin Type 61 diganti dengan senapan mesin Type 97 kaliber 7,7mm. Tank ini bisa membawa 119 butir amunisi 37mm dan 2.970 amunisi senapan mesin.

Varian dari Type 95 HA-GO antara lain adalah Type 95 HO-TO (self-propelled howitzer dengan persenjataan howitzer Type 38 kaliber 120mm) dan Type 5 HO-RU (tank destroyer dengan persenjataan meriam anti tank kaliber 47mm).

Spoiler untuk :

Tank tiger

Tank Tiger, Lapis Baja Andalan Nazi


Tiger I adalah tank berat buatan Jerman yang digunakan pada Perang Dunia (PD) II mulai akhir 1942 hingga saat Jerman menyerah di tahun 1945.
Buku manual Tiger jadi suvenir yang diburu sehabis masa perang. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943.
Desain Tiger terutama menekankan pada kekuatan tembakan meriam dan keandalan lapis baja dengan mengorbankan mobilitas. Ketebalan lapis baja bagian depan berkisar 10-11 cm dan sekira 8 cm untuk bagian samping dan belakang. Sedang untuk bagian atas dan bawah jauh lebih tipis dengan ketebalan 2.5 cm. Sambungan baja dilas dengan mutu tinggi, bukan sekedar memakai rivet seperti model yang lain.

Dengan lapis baja yang begitu tebal, berat Tiger bisa mencapai 56.9 ton. Dengan bobot raksasa, maka tank ini akan terlalu berat untuk sebagian besar jembatan. Itu sebab, Tiger dirancang untuk mampu menyelam hingga kedalaman 4 meter. Ini tentu saja membutuhkan mekanisme yang rumit untuk menjaga mesin tetap beroperasi saat di kedalaman air.
Meriam Tiger diadopsi dari German “88″ flak gun yang awalnya digunakan sebagai meriam anti pesawat terbang. Meriam Tiger kemudian dikenal sebagai salah satu yang paling efektif dan menakutkan. Pernah dilaporkan bahwa Tiger mampu menghancurkan tank musuh pada jarak 1.6 km, meski sebagian besar duel selama perang dilakukan pada jarak yang lebih pendek.
Dengan segala desain yang dimiikinya, biaya produksi Tiger menjadi sangat tinggi. Selama perang hanya 1.355 Tiger I dan 478 Tiger II yang diproduksi. Bandingkan dengan Sherman (tank Amerika) yang diproduksi hingga 40.000 unit atau T-34 milik Sovyet dengan jumlah total 58.000.
Dalam pertempuran, Tiger dapat menghancurkan M4 Sherman milik Amerika dari jarak lebih dari 2.000 m. Sebaliknya, dengan sudut meriam 30 derajat, meriam 75 mm M4 Sherman tidak akan mampu menembus bagian depan Tiger dari jarak berapapun. Begitu juga dengan T-34 milik Sovyet yang dipasangi meriam 76.2 mm tidak dapat menembus Tiger dari depan pada jarak berapapun juga.
Dengan kekuatan meriamnya, Tiger mampu menghancurkan tank lawan pada jarak dimana si lawan tidak dapat merespon. Untuk menghancurkan Tiger, tank lawan mesti menyerang bagian samping atau belakang yang memiliki ketebalan lapis baja lebih kecil.
Tiger benar-benar mampu menimbulkan kegentaraan pada tentara lawan hingga menyebabkan ‘Tiger fobia’. Tank sekutu kadang lebih memilih kabur jika bertemu dengan Tiger. Saat pertempuran di Normandia, perlu dikorbankan 4-5 Sherman untuk merobohkan satu Tiger. Benar-benar dibutuhkan skill tinggi untuk mengalahkan Tiger.
Pada 7 July 1943, sebuah Tiger yang dikomandani Franz Staudegger mengklaim mampu melumat 22 buah T-34 milik Sovyet dari sekitar total 50 armada. Melihat kejadian itu, tank Sovyet yang tersisa akhirnya memilih kabur. Atas jasanya, Staudegger kemudian dianugerahi medali Knight Cross.
Secara keseluruhan ada lebih dari 10 komandan Tiger yang mampu meng-KO lebih dari 100 tank musuh, termasuk: Kurt Knispel dengan 168 mangsa, Otto Carius (150+ mangsa), Johannes Bolter (139+ mangsa), dan Michael Wittmann (138 mangsa).[]

Sabtu, 29 Januari 2011

Pertempuran Iwo jima

Pertempuran Iwo Jima



Peperangan di Iwo Jima adalah peperangan yang terjadi di pulau Iwo Jima antara tentara Amerika dan tentara Jepang. Peperangan itu berlangsung mulai dari tanggal 19 Febuari 1945 hingga 26 Maret 1945. Meskipun kekalahan tentara Jepang telah dapat diprediksi sebelum perang dimulai, namun tentara Jepang tidak ingin begitu saja menyerahkan Iwo Jima kepada Amerika. Hal ini dikarenakan Iwo Jima merupakan salah satu titik strategis bagi negara Jepang. Apabila tentara Amerika berhasil merebut Iwo Jima, maka dapat dipastikan tentara Amerika akan lebih mudah di dalam menyerang daerah Jepang lainnya. Hal ini jugalah yang membuat Amerika gigih untuk merebut pulau ini.

Peperangan itu berakhir dengan kemenangan di tangan tentara Amerika, seperti yang telah diprediksikan sebelumnya. Kekalahan tentara Jepang disebabkan oleh perbedaan teknologi dan keuangan yang mencolok antara negara Jepang dan negara Amerika. Tentara Jepang tidak memiliki teknologi dan peralatan sebaik yang dimiliki oleh tentara Amerika. Selain itu, tentara Jepang juga tidak memiliki tempat untuk mundur sehingga tidak mungkin untuk melakukan serangan balasan kepada tentara Amerika. Pada akhir perang, kematian tentara Jepang mencapai angka 17,000 orang sementara tentara Amerika hanya kurang lebih sepertiga dari jumlah itu, yakni 6,822 orang meskipun jumlah tentara Amerika yang menderita luka – luka adalah 19,217 orang. Secara keseluruhan jumlah korban pada tentara Amerika lebih banyak daripada jumlah korban pada tentara Jepang (meski dengan jumlah korban meninggal yang lebih banyak pada tentara Jepang namun hanya pada peperangan ini sajalah jumlah korban pada tentara Amerika pernah melampau tentara Jepang).

Kematian prajurit Jepang bukan hanya disebabkan oleh prajurit Amerika secara langsung, melainkan juga disebabkan oleh kode etik bushido yang mereka miliki dan adanya propaganda yang mengisukan bahwa prajurit Amerika adalah prajurit yang bengis dan kejam serta suka menyiksa tentara Jepang yang menyerah atau pun tertangkap. Hal itu menyebabkan banyak prajurit Jepang yang memilih untuk melakukan bunuh diri daripada harus menyerahkan diri atau tertangkap prajurit Amerika.

Bushido (武士道), artinya jalan ksatria, adalah kode etik samurai yang berkembang pada masa pemerintahan feudal di Jepang. Kode etik ini diresmikan pada masa pemerintahan Tokugawa. Bushido mengajarkan keberanian untuk membela kerajaan/negara dan kaisar hingga mati. Nilai – nilai yang dipercayai terkandung di balik kode etik ini adalah : kesetiaan, kehormatan, kepatuhan, tanggung jawab, bakti,dan pengorbanan diri.

Peperangan di Iwo Jima ini diabadikan oleh seorang fotografer perang bernama Joe Rosenthal dalam fotonya yang berjudul “Raishing of the U.S. Flag”. Foto tersebut menggambarkan 6 orang prajurit Amerika yang mendirikan bendera Amerika di gunung Suribachi pada tanggal 23 Febuari 1945 Meskipun foto tersebut baru diambil sehari setelahnya dan bukan menggunakan bendera yang pertama sekali dikibarkan oleh tentara Amerika.

Foto tersebut lantas menjadi sebuah foto yang monumental bagi negara Amerika mengenai peperangan di Iwo Jima. Foto tersebut diproduksi oleh berbagai media massa di Amerika. Penduduk Amerika seakan tidak pernah bosan karenanya. Roosevelt, presiden Amerika pada saat itu, melihat hal itu sebagai sebuah ide yang tepat untuk tema tur penggalangan dana yang akan dilakukan (bond tour). Tur tersebut berhasil menggalang dana sebesar 24 miliar dolar (pada tahun 1945) yang merupakan penggalangan dana terbesar dalam sejarah Amerika.

Sebelum peperangan, Jendral Tadamichi Kuribayashi ditugaskan untuk mempertahankan Iwo Jima. Jumlah prajurit Jepang yang dipimpin oleh Jendral Kuribayashi kurang lebih 18,000 orang. Sementara jumlah prajurit yang dikerahkan oleh tentara Amerika adalah 70,000 orang. Jendral Kuribayashi melakukan evakuasi terhadap penduduk yang berada di Iwo Jima, yang berarti bahwa Ia akan mempertahankan Iwo Jima hingga titik darah penghabisan. Jendral Kuribayashi menyadari bahwa Jepang tidak mungkin memenangkan perang tersebut, namun Ia ingin memberikan perlawanan yang berarti terhadap tentara Amerika supaya tentara Amerika menimbang kembali rencana untuk menyerang Jepang.

Peperangan di Iwo Jima dimulai oleh tentara Amerika yang melakukan bombardir pada pulau tersebut. Penyerangan oleh tentara Amerika dilakukan pada pukul 2 dini hari, waktu setempat, tanggal 19 Febuari 1945. Bombardir oleh tentara Amerika dilakukan melalui kapal perang, meriam, roket, dan pesawat tempur. Tentara Jepang bertahan dalam kubu – kubu pertahanan mereka di gunung Suribachi.

Pagi harinya, pada pukul 08:59, tentara Amerika mulai mendarat meskipun masih lebih awal satu menit dari jadwal seharusnya. 30,000 prajurit marinir Amerika telah mendarat di pantai namun mereka tidak mendapatkan serangan apapun dari tentara Jepang. Hal ini disebabkan oleh taktik dari Jendral Jepang Kuribayashi. Jendral Kuribayashi menunggu hingga pantai dipenuhi oleh prajurit Amerika dan peralatan dari tentara Amerika sebelum memulai penyerangan. Pada awalnya tentara Amerika tidak menaruh rasa curiga karena berasumsi bahwa prajurit Jepang di sekitar tempat itu telah berhasil ditewaskan oleh bombardir yang dilakukan oleh tentara Amerika.

Taktik itu berhasil membuat tentara Amerika cukup kebingungan dan kewalahan. Oleh karena posisi bunker tentara Jepang dan posisi menembak yang baik, banyak prajurit Amerika yang berhasil ditewaskan oleh tentara Jepang. Selain karena bunker – bunker tentara Jepang, tentara Amerika juga kewalahan menghadapi serangan tentara Jepang dari gunung Suribachi. Tentara Amerika kesulitan untuk maju karena medan yang tidak bersahabat dan dipenuhi oleh abu vulkanik. Abu vulkanik ini menyebakan tentara Amerika tidak dapat berpijak dengan baik maupun membangun pertahanan untuk melindungi prajurit Amerika dari serangan tembakan musuh. Meskipun begitu, abu vulkanik ini juga membantu tentara Amerika dalam menyerap sebagian tembakan dari artileri (senjata berat) tentara Jepang.

Tentara Amerika cukup kewalahan dalam menghadapi tentara Jepang yang bersembunyi di bunker – bunker bawah tanah.Tentara Amerika menggunakan granat dan penyembur api untuk membersihkan bunker – bunker tentara Jepang. Namun, tentara Amerika tidak menyangka bahwa bunker – bunker bawah tanah tentara Jepang terhubung satu dengan yang lainnya oleh terowongan – terowongan. Hal ini menyebabkan cukup banyak korban pada tentara Amerika karena mereka tidak menyangka bahwa bunker yang telah “dibersihkan” akan kembali diisi oleh prajurit tentara Jepang. Meskipun memakan banyak korban pada pihak tentara Amerika, namun pada akhirnya prajurit tentara Amerika berhasil menduduki dari gunung Suribachi pada sore hari itu.

Pada malam harinya, tentara Amerika mengira bahwa mereka akan menghadapi serangan banzai dari tentara Jepang. Hal ini dikarenakan serangan banzai telah menjadi strategi pertahanan tetap dari tentara Jepang pada perang-perang sebelumnya. Namun ternyata Jendral Kuribayashi melarang untuk dilakukannya serangan banzai. Jendral Kuribayashi menilai bahwa serangan banzai tidak berguna.

Perang semakin ganas. Tentara Amerika menyadari bahwa peluru dan senjata api tidak terlalu berguna dalam menghadapi tentara Jepang. prajurit Amerika mulai menggunakan granat dan penyembur api untuk menghadapi prajurit Jepang. Tentara Amerika memperlengkapi kendaraan tank berukuran sedang mereka dengan penyembur api yang digunakan untuk “membersihkan” bunker – bunker dan terowongan – terowongan tentara Jepang.

Semakin lama tentara Jepang semakin kehabisan air, makanan dan peralatan. Tentara Jepang semakin putus asa. Jendral Kuribayashi yang semula melarang dilakukannya serangan banzai mulai menerapkan taktik tersebut. Serangan banzai itu menyebabkan seringkali prajurit Amerika dan prajurit Jepang harus bertarung dengan tangan kosong pada malam hari. Namun, kekalahan di pihak tentara Jepang tetap tak terelakkan.

Tentara Amerika mempublikasikan rencana untuk menguasai pulau Iwo Jima sebagai pangkalan udara tentara Amerika. Hal ini membuat banyak orang heran dan bertanya apakah tentara Amerika tidak dapat mencari tempat lain sebagai pangkalan udara dengan biaya yang lebih rendah daripada harus menguasai pulau Iwo Jima. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa pulau Iwo Jima diperlukan untuk pengiriman bom Atom Amerika. Pendaratan pesawat B-29 tentara Amerika pada pulau Iwo Jima memulai strategi pemboman Jepang.

Pertempuran Stalingrad


 Pertempuran Stalingrad



Pertempuran Stalingrad, yang terjadi pada 21 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943, merupakan pertempuran sengit antara Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet, memperebutkan kota Stalingrad (yang sekarang bernama Volgograd), dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak.
Spoiler for Stalingrad Pre Battle:
pertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingrad Stalingrad Pre War merupakan salah satu kota penting di Uni Soviet (saat itu), kota ini bagi tactician perang nazi Jerman dianggap sebagai spot yang dipercaya akan dapat menggulingkan Komunis Uni Soviet!
Spoiler for Awal perang Nazi mendekat lewat sungai kecil Don:
pertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingrad Nazi Jerman memulai operasi militernya terhadap Uni Soviet, dengan membawa ratusan ribu tentara dan tank2 tempur mereka mulai memasuki kawasan Uni Soviet di sebuah perbatasan dekat sungai kecil Don. Dalam pertempuran awal ini pasukan Nazi Jerman berhasil memukul mundur pasukan Red Army Uni Soviet sehingga Tentara Nazi untuk sementara mempunyai spot yg dapat mereka gunakan untuk beristirahat dan menyusun strategi.
Spoiler for Upaya Tentara Nazi Jerman mendekati kota Stalingrad:
pertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingrad Tentara Nazi kemudian menyerang beberapa kawasan dekat kota stalingrad, dengan tujuan mengepung kota tersebut terlebih dahulu, dengan sistem perang blitzkrieg (serangan kilat), kota stalingrad pun telah terkepung oleh pasukan Nazi jerman.
Pada mulanya, Tentara Merah Soviet memilih untuk bergerak mundur guna membuat jalur logistik pasukan Jerman keteteran dengan memanfaatkan luasnya wilayah Uni Soviet. Akan tetapi kemudian Stalin memerintahkan pasukannya untuk bertahan di Stalingrad. Selain karena menyandang nama Stalin, kota Stalingrad juga penting karena merupakan kota industri terbesar di tepi sungai Volga. Jatuhnya Stalingrad ke tangan Jerman akan memudahkan gerak maju pasukan Jerman menuju Kaukasus, yang memiliki cadangan minyak besar, yang amat dibutuhkan oleh Jerman.
Spoiler for Battle of The City:
pertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingrad Disinilah pertempuran bersejarah itu mencapai tahap klimaks, dimana pasukan Nazi Jerman bertempur langsung dengan Pasukan Red Army Uni Soviet ditengah2 Kota Stalingrad.pertempuran ini dikenal sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil.Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya. Fuhrer Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apapun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang
Spoiler for Serangan Balik tentara Red Army:
pertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingrad Disinilah titik balik Perang Dunia ke II itu terjadi. Sementara pasukannya terjebak dalam perang mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musin dingin. Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan Italia, Rumania, dan Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung. Sebenarnya, Jerman memiliki kesempatan untuk menarik mundur pasukannya sebelum Tentara Merah menyelesaikan kepungannya. Akan tetapi, Hitler bersikeras agar pasukannya tetap bertahan di Stalingrad dan memerintahkan Angkatan Udara Jerman untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi, musim dingin yang ganas menghalangi usaha tersebut sehingga bantuan yang dikirimkan tidak cukup untuk memberi makan 330.000 prajurit Jerman dan sekutunya yang berada di Stalingrad. Suatu usaha lain untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dilakukan dengan mengirimkan Tentara Grup Don pimpinan Marsekal Erich von Manstein. Akan tetapi, serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet yang masih segar di Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, von Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib.
Pada tanggal 30 Januari 1943, Tentara Merah dibawah pimpinan Marsekal Georgy Zhukov melancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan dan penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich von Paulus dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah.
Para sejarawan menilai, kekalahan Jerman di Stalingrad merupakan awal dari kejatuhan Nazi. Hingga kini pertempuran ini dianggap sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai 3 juta jiwa.
Spoiler for Stalingrad Pasca Perang:
pertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingradpertempuran stalingrad Dan beginilah Kota Stalingrad Pasca Perang..dampak dr satu perang terburuk sepanjang sejarah..