Halaman

Selasa, 01 Februari 2011

PanzerKampfwagen VI Tiger I Heavy Tank

PanzerKampfwagen VI Tiger I Heavy Tank



Pada tahun 1941 Jerman melancarkan Operation Barbarossa, invasi ke Uni Soviet. Berharap mampu mengulangi sukses blitzkrieg pada tahun 1939-1940, pasukan tank Jerman menghadapi kejutan besar ketika menghadapi tank-tank T-34 dan KV-1 milik Uni Soviet yang mampu mengimbangi; bahkan dalam beberapa hal mengungguli pasukan tank Jerman yang pada saat itu diperkuat Panzer III dan Panzer IV sebagai kekuatan utamanya.

Menghadapi hal tersebut kemudian militer Jerman merancang heavy tank untuk mengimbangi tank-tank Uni Soviet yang pada akhirnya menghasilkan Panzer VI Tiger I. Produksi tank seberat lebih dari 56 ton ini akhirnya dimulai pada tahun 1942. Ketika produksinya dihentikan pada tahun 1944, tercatat sekitar 1.347 unit tank Tiger I yang berhasil diproduksi.

Tiger I diawaki lima orang dan menggunakan mesin bensin Maybach HL 230 P45 berkekuatan 700 tenaga kuda. Kecepatan maksimum tank ini 38km/jam dengan jarak tempuh sekitar 100km. Sebagai heavy tank, Tiger I memang kalah dalam kecepatan dan kemampuan manuver. Walaupun terhitung lamban karena memiliki lapisan baja yang tebal, namun hal ini tergantikan dengan fire power yang cukup dahsyat.

Tank ini dipersenjatai dengan sepucuk meriam KwK 36 L/56 kaliber 88mm (106 butir amunisi) dan menjadi tank Jerman pertama yang dipersenjatai dengan meriam kaliber 88. Selain itu masih ada pula dua pucuk senapan mesin MG34 kaliber 7,92mm dengan 4.800 butir amunisi.

Sebagai heavy tank, Tiger I ditugaskan pada batalyon-batalyon khusus yang berdiri sendir (terpisah dari Panzer Division) dan digunakan di semua front pertempuran tentara Jerman. Pertama kali digunakan dalam pertempuran di Leningrad pada tahun 1942, banyak tank Tiger I yang rontok karena masalah teknis. Hal yang sama juga terjadi pada tank-tank Tiger I yang digunakan untuk melawan pasukan Sekutu di Afrika Utara.



Tiger I terhitung lamban dan sulit bermanuver. Oleh karena itu pada umumnya Tiger I bertempur dengan memanfaatkan fire power meriam kaliber 88mm yang bagus. Menembak dari jarak jauh atau dengan melakukan serangan mendadak. Salas satu contoh serangan mendadak yang sukses terjadi pada bulan Juni tahun 1944. Michael Wittman yang memimpin empat tank Tiger I dan sebuah Panzer IV sukses menyerang pasukan lapis baja Inggris di Villers Bocage. Serangan tersebut memaksa pasukan Inggris mundur dengan kehilangan 27 tank, 14 half-track, dan 14 universal carrier. Tiger I adalah salah satu tank dengan tank aces terbanyak. Tak kurang dari 10 orang, termasuk Wittman, berhasil mencatat lebih dari 100 kemenangan dalam pertempuran tank dengan menggunakan Tiger I.



Kekurangan bahan bakar akhirnya memaksa Tiger I lebih banyak digunakan dalam posisi pertahanan statis. Tiger I memang cukup bagus, tetapi sekaligus merupakan tank yang kompleks dan menelan biaya produksi yang cukup besar. Produksi Tiger I akhirnya dihentikan pada tahun 1944 dan dialihkan untuk memproduksi Koenigstiger.

0 komentar:

Posting Komentar