Halaman

Selasa, 01 Februari 2011

SturmGeschutz III Assault Gun

SturmGeschutz III Assault Gun



SturmGeschutz III atau StuG III adalah kendaraan tempur lapis baja Jerman yang paling banyak dibuat dalam Perang Dunia II. Assault gun yang dikembangkan dari tank Panzer III diprodusi sebanyak lebih dari 9.000 unit dalam berbagai varian dan digunakan hampir sepanjang Perang Dunia II. Selain Jerman, assault gun ini juga digunakan oleh Rumania, Bulgaria, Finlandia, Italia, Spanyol, Turki, dan Yugoslavia. Uni Soviet juga tercata sebagai pengguna kendaraan tempur ini yang diperoleh dengan cara merebut dari pasukan Jerman. Beberapa unit StuG III hasil rampasan tersebut kemudian diberikan oleh Uni Soviet kepada Suriah, yang menggunakannya sampai tahun 1960-an.

Kemunculan StuG III berawal dari permintaan Erich von Manstein pada tahun 1935 untuk memuat kendaraan tempur yang berfungsi untuk tugas-tugas direct fire support. Dengan menggabungkan rangka Panzer III dan meriam StuK 37/L24 kaliber 75mm maka StuG III mulai diproduksi pada tahun 1940. Karena pada awalnya dirancang untuk tugas-tugas direct fire support, maka StuG III dimasukkan sebagai unsur kekuatan artileri sehingga diawaki oleh orang-orang dari pasukan artileri, bukan dari pasukan lapis baja.

Walaupun digolongkan sebagai kendaraan artileri, namun StuG III juga sering difungsikan sebagai tank destroyer. Antara tahun 1940-1944 saja secara total sekitar 20.000 unit tank musuh berhasil dihancurkan oleh assault gun ini. StuG III mulai diturunkan di medan perang pada Battle of France dan terus bertugas di garis depan hingga Perang Dunia II usai. Setelah Perang Dunia II, assault gun ini masih digunakan oleh Yugoslavia sampai tahun 1950-an dan oleh Suriah dalam Perang Arab-Israel tahun 1967.

0 komentar:

Posting Komentar